Jepang 11 Bulan setelah Tsunami


Saat Jepang dilanda gempa bumi dan tsunami Maret 2011, gambar kehancuran kota-kota di Jepang benar-benar terlihat mencengkeram dunia. Namun, sekarang hanya berselang 11 bulan, sudah terlihat kemajuan luar biasa dalam pembangunan di negara itu.
Fotografer kembali ke tempat dia sebelumnya mengambil gambar, di daerah-daerah yang pernah terkena dampak paling parah dan kini keadaannya sudah benar-benar berubah. Salah satu gambar yang berhasil diabadikan adalah seorang warga lokal Yuko Sugimoto bersama Raito, anaknya di jalan utama Ishinomak.
Pada saat terjadi bencana Maret lalu, dia persis berada di tempat yang sama dipotret sedang mengenakan selimut di dekat reruntuhan saat mencari adiknya. Sugimoto adalah salah satu dari ribuan warga Jepang yang sempat putus asa saat membongkar semua puing untuk mencari kerabatnya yang hilang ketika gempa dan tsunami yang menelan korban hingga 19 ribu jiwa terjadi.
Gambar-gambar lain menunjukklan bagaimana pemulihan bisa berlangsung sangat cepat di Jepang, seperti dalam banyak kasus, rumah harus dibongkar dan dibangun kembali. Semua sampah –yang diperkirakan mencapai 23 juta ton- yang menjadi pekerjaan besar dan membuat sakit kepala, berhasil disingkirkan.
Pemerintah bekerja tanpa lelah membersihkan kesemrawutan yang ditinggalkan oleh bencana tsunami. Jepang setidaknya menganggarkan 50 miliar dollar untuk belanja rekonstruksi pasca gempa. Ini merupakan biaya rekonstruksi terbesar setelah rekonstruksi akibat bom atom di Hiroshima dan Nagasaki.
Sementara itu, jauh di Selatan, pada Maret tahun lalu tsunami juga memicu krisis nuklir saat terganggunya reaktor Daichi Fukushima dan memaksa 100 ribu warga mengungsi. Gempa bumi menghancurkan puluhan ribu rumah dan menghancurkan pembangkit listrik tenaga nuklir yang mulai bocor radiasi.